Lihat dan Carilah

beribu-ribu detik yang kulewati, beratus-ratus menit yang kulalui, berpuluh-puluh hari yang kujamahi. aku terus berpikir, aku terus bertanya-tanya, meski tak ada seorangpun yang menjawab atau mereka memang tidak mengerti pertanyaanku. aku terus-menerus menelik tapi tidak ada satupun tang tertarik. tetapi kamu,
aku mengagumimu wahai sang pelembur hati yang terombang-ambing berdua denganku. meski aku tak jarang membuatmu sakit. meski aku terkadang membuatmu merasa bosan bersama keseharianku. dan meski aku tak pernah bisa membuatmu mencintaiku.
aku tetap pasang mata akan kehadiran saudara-saudaramu nanti. walaupun aku tidak tahu apakah itu saudaramu atau tidak. aku dengan kebodohanku selalu menginginkan saudara-saudaramu yang belum tentu mencintai dan menginginkanku seperti kamu yang selalu setia menemani kesendiranku. aku tahu kamu selalu bisa menemani dan menemukanku disaat aku tak tahu lagi aku dimana. akupun tahu kau selalu bersabar menanti dan bahkan satu hal yang tidak pernah kusadari, kau selalu mencari-cariku ditengah seluk beluk gemulai sang angin. aku tidak bodoh, aku hanya tidak memiliki kesungguh-sungguhan. aku tahu itu.
dan sekarangpun kau masih bersamaku. tapi, asal kau tahu, aku sangat enggan untuk mengatakan satu kata sederhana padamu. aku merasa gengsi sekali. tapi lewat gerak-gerik jari-jemari tanganku dalam membeneuk rangkaian kata-kata yang sedikit sukar tidak dimengerti ini. aku berani mengucapkannya, atau aku hanya berani menulisnya. "Terima Kasih".

Komentar

Postingan Populer