“What Indonesia Has To Do In 2014 And Beyond”
Negara Indonesia sebagai Negara berkembang, termasuk
kedalam kategori Negara-negara yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi
di dunia. Keadaan ini didukung oleh kekayaan dan keanekaragaman sumber daya –
sumber daya Indonesia. Mulai dari Natural resourches sampai dengan Human
resourches yang dimilikinya. Bangsa kita memiliki kekayaan biodiversity yang
telah diakui oleh semua Negara. Negara Indonesia sebagai Negara kepulauan
memiliki jumlah pulau mencapai 18.000 pulau, yang terdiri dari pulau-pulau
besar dan pulau-pulau kecil. Jumlah populasi penduduk Negara Indonesia pun
menepati peringkat keempat tertinggi di dunia yang mencapai 240 juta jiwa. Bahkan
dengan keberagaman dan kelarasan alam yang dimiliki bangsa Indonesia, salah
seorang ilmuwan duniapun mengibaratkan Negara Indonesia sebagai The Lost
Atlantis.
Kita sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya bersyukur dengan
memanfaatkan kelebihan dan potensi ini sebaik mungkin. Kekayaan dan keberagaman
ini dapat mendorong semua masyarakat Indonesia lebih mudah dalam mengejar dan
mencapai kemakmuran yang diikuti
kesejahteraan. Dengan kekayaan yang ada, Negara kita bisa mencapai kategori
sebagai sebuah Negara maju, sebagai sebuah Negara adidaya, dan sebagai sebuah
negara super power. Negara Indonesia bisa saja menggantikan posisi dan
kedudukan Negara super power seperti Amerika Serikat, apabila seluruh komponen
pendukung dan elemen-elemen terkait saling bekerja sama dan berkoordinasi
secara baik.
Indikator-indikator yang biasa dijadikan sebagai dasar
penentu kesejahteraan suatu bangsa dan Negara ialah dengan melihat keadaan
Gross Domestik Product suatu bangsa atau lebih dikenal dengan GDP, dan Gross
National Product atau GNP bangsa tersebut. Pada umumnya pendekatan penghitungan
GDP menjadi acuan utama pemerintah Negara Indonesia. Sebab melalui penghitungan
GDP ini, mencakup seluruh wilayah bangsa Indonesia dan seluruh penduduk yang
ada di Negara Indonesia. Bila dibandingkan dengan penghitungan GNP yang melihat
cakupan ruang lingkup warga Negaranya yang bertempat tinggal di luar negri.
Pendapatan nasional bangsa Indonesia dari segala bentuk
kegiatan-kegiatan ekonomi sudah dapat dikatakan cukup baik. Pendapatan Negara
Indonesia ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakninya kekuatan konsumsi
masyarakatnya, investasi dalam segala bidang dari swasta dan asing, pengeluaran
pemerintah melalui pembangunan-pembangunan dan peningkatan kualitas, serta
hubungan timbal balik dari kegiatan ekspor dan impor bangsa Indonesia dengan
bangsa lain. Disini, akan dibahas mengenai langkah meningkatkan GDP yang difokuskan
pada peningkatan pengeluaran pemerintah.
Pemerintah merupakan elemen terpenting sebagai
penyelenggara negara dan elemen terpenting untuk menentukan kemakmuran dan serta
berkontribusi kuat dalam melahirkan kesejahteraan ditengah masyarakat bangsa
Indonesia. Pengeluaran pemerintah akan berdampak pada kepuasan dan kebaikan
jalannya kehidupan orang banyak. Peningkatan konsumsi pemerintah pada
hakekatnya memiliki tujuan utama memberikan pelayanan dan penghidupan layak
bagi masyarakatnya.
Pengeluaran pemerintah dapat mencerminkan
suatu kebijakan pemerintah. Ketika pemerintah telah menetapkan suatu kebijakan
untuk membeli barang dan jasa, maka pengeluaran pemerintah merupakan sejumlah
biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk melaksanakan kebijakan
tersebut (Mangkoesoebroto, 2001). Pengaruh kenaikan pengeluaran pemerintah
dapat digambarkan dalam model yang dibangun oleh Keynes (Mankiw, 2006),
menyebutkan bahwa pendapatan total perekonomian dalam jangka pendek sangat
ditentukan oleh keinginan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah untuk
membelanjakan pendapatannya. Kenaikan pengeluaran yang direncanakan akan
menyebabkan peningkatan permintaan agregat. Permintaan agregat akan mendorong
produksi barang dan jasa yang akan menyebabkan pendapatan juga akan meningkat.
Untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah
guna memberikan pelayanan dan kesejahteraan, pemerintah biasanya membangun dan
memperbanyak sarana dan prasarana infrastruktur umum. Misalnya pembangunan
ditujukan kepada pembangunan jalan. Secara otomatis pemerintah akan membeli
bahan baku dari pengusaha-pengusaha batu dan semen di Indonesia. Dan juga akan
memperkerjakan para pekerja/buruh untuk proses pembangunannya. Dari hal ini,
pengeluaran pemerintah akan merujuk menciptakan transaksi ekonomi yang membawa
kesejahteraan bagi produsen, dan akan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi
masyarakat. Pengeluaran pemerintah juga dapat berupa pendirian lembaga-lembaga
pendidikan seperti sekolah-sekolah bagi masyarakat Indonesia. Menciptakan dan
melahirkan jiwa entrepreneurship dalam
masyarakat Indonesia, dimana mereka yang akan memproduksi produk-produk baru
sehingga menciptakan inovasi dan kreasi dalam masyarakat. Selain itu pemerintah
juga memiliki peran dalam memberikan bantuan subsidi tertentu bagi masyarakat,
baik yang bertindak sebagai rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen.
Pengeluaran pemerintah biasanya akan berpengaruh terhadap
kegiatan konsumsi, kegiatan investasi, dan juga berpengaruh pada kegiatan
ekspor dan impor negara Indonesia. Kekuatan konsumsi masyarakat Indonesia akan
meningkat apabila pemerintah melahirkan dan menciptakan inovasi-inovasi terbaru
dalam hal peningkatan serera konsumen. Seperti melalui keinovasian makanan,
fashion atau fasilitas umum yang dikenakan biaya-biaya tertentu seperti pajak,
retribusi dan sebagainya. Kekuatan konsumsi masyarakat Indonesia pun juga
seharusnya ditekankan pada keinginan untuk mengkonsumsi produk-produk buatan
dalam negri, yang akan memenangkan prestise pengusaha-pengusaha Indonesia dan
tak kalah saing dengan pengusaha-pengusaha luar yang notabanenya mengenalkan
produk-produk luar.
Investasi dari asing atau dari luar negripun akan tidak
ragu-ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia, apabila di Indonesia terdapat
sarana prasarana yang baik atau memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri, apalagi ditambah dengan
biodiversity alam yang Indonesia punya. Hal inipun akan menambah nilai jual
investasi di negara kita. Kegiatan ekspor dan imporpun juga akan terpengaruh
oleh kebijakan pengeluaran pemerintah. Apabila pengeluaran pemerintah
diutamakan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia lebih banyak dan lebih baik lagi. Dan
kegiatan imporpun akan bisa sedikit dikurangi dan dapat dibatasi pada komoditas-komoditas
tertentu saja.
REFERENCE
https://www.google.com/search?q=HUBUNGAN+pendapatan+negara+dengan+pengeluaran+pemerintah

Komentar
Posting Komentar