dengarlah keluhku

"buat apa pertanyaan itu?

untuk siapakah pernyataan memilukan itu?

darimana latar belakangmu untuk mau berucap suatu hal yang tak kan mungkin pernah kuharap terlontarkan dari pangkal lidahmu itu?

bagaimana bisa kau hadir di tengah jejakku disaat aku baru saja terlepas dari satu hal paling memilukan dari hal yang paling mengerikan yang pernah menghujamku?

dan entah kenapa aku benar-benar bisa untuk memikirkannya selalu, memikirkanmu dan kamu!


aku tak takut kau kemudian membenciku, menghinaku, atau malah menjauhiku 

menghapusku dari memori jangka pendek maupun jangka panjangmu yang penuh dengan pemikiran kritis nan indah disela keseriusan dan ketidakfokusanmu

apabiila kau memang sama sekali tidak merasakan seperti apa perihnya yang aku rasakan saat ini

atau kau tidak pernah sama sekali mengingat dan mengenangku sebelum malam benar-benar menutup matamu untuk bertemu bunga tidurmu

kau harus tahu, aku tidak takut terhadap itu semua

aku sampaikan padamu sekarang ini


tapi yang aku takutkan dan khawatirkan cuman satu

hal yang paling tidak aku suka setelah beberapa kali aku merasakan hal paling memilukan ini

aku katakan padamu

aku hanya takut detik dan menit hidupku

waktu yang akan menutup dan melarang kau dan aku tidak pernah bisa untuk ditemukan atu dipersatukan

saat dimana aku hanya bisa mencoba untuk mengingat dan mengenang saat kau dan aku pernah bertatap muka

aku sungguh sama sekali tidak menginginkan hal yang tidak aku harapkan akan menyelimuti hari-hariku

disaat kesendirian saja yang mendekapiku 


aku tak berharap hal-hal lain darimu yang akan membuat detik kehidupanku terasa lebih luar biasa

aku tak menginginkan apapun darimu kecuali hanya satu

satu hal yang aku tak tahu apakah orang lain juga mengharapkan ini darimu

tapi setahuku pasti semua orang disekelilingmu yang menyayangimu juga mengharapkan hal yang serupa dengan apa yang aku harapkan darimu

aku hanya minta dan berpesan satu hal padamu

hiduplah dengan berazazkan pada kebenaran

disaat kau tidak tahu lagi tahu dimana harus mau bercerita dan menumpahkan segala keluh kesah hidupmu

ingatlah Tuhan Yang Maha Kuasa yang selalu menyertai jalan dan rangkaian kisah hidupmu

percaya atau tidak, aku yakin kau akan menjadi orang paling beruntung dan paling berbahagia di bumi fana ini" 

Komentar

Postingan Populer