最後の葬儀


Ketika kau lagi tak disampingku
Bercerita dan menyambut datangnya musim baru ditahun ini
Duduk memandang keindahan langit malam yang kita impi-impikan sewaktu masa itu
Saling mendoakan mimpi-mimpi indahmu dan mimpi istimewaku untuk bisa selalu saling berdampingan
Tapi langit malam itu sekali saja tak lagi membersamai bintang malam
Kau tak datang dan tak mengabariku
Begitupun esoknya kau tak lagi menemaniku seperti biasa
Lusanyapun kau tetap tak mengabariku kalau kau akan datang
Menunggumu itu selalu membuatku tak karuan
Malam terakhir itu malam terindah yang seharusnya kita lalui berdua saja semenjak liburan musim panas sekolah datang
Menelusuri jalan setapak menuju rumahmu, harapku
Tapi aku tak memiliki keberanian untuk sekedar datang menanyakan kabar terbarumu semenjak kau tak pernah lagi mengabariku akan hari-hari indahmu
Kau lembut bagaikan mentari dipagi itu
Kau indah bagaikan bunga matahari terakhir yang kupetik diujung jalan terakhirku sesampai aku dihalaman rumahmu
Masih seperti yang dulu
Sakura terakhir yang pernah kita tanam telah mekar dan berbunga indah
Indah dan lebat sekali sakura-sakura itu hingga benar-benar menutupi batangnya yang semakin lapuk itu
Pikirku tak lama lagi sakura itu juga akan roboh dan mati seperti sakura pertama yang selalu kau payungi dengan atap rumahmu itu
Ternyata kata orang-orang benar dan aku telah bisa membuktikannya sendiri sekarang
Dua puluh tahun semenjak aku tak pernah lagi singgah ke tempat persemayam terakhirmu
Kau masih terlihat indah dan menggoda
Hijaunya menenangkanku untuk berhenti menangis dan menyesali apa yang pernah kulakukan padamu waktu itu
Namamu dan namaku masih terukir meski tak jelas diatas nisan kokoh itu
Apa orang-orang tak pernah menggantinya dengan nisan baru pikirku
Inikah tempat idaman kita dulu itu, Ri?
Semoga kau tetap tak bosan menunggu kedatanganku ya?
Aku yakin kau takkan pernah bosan kan untuk menungguku?
おかげで、私は楽しみにして

Komentar

Postingan Populer