SANG PENGKHIANAT MALAM



Malam Kelam Penuh Kilat
Malam Tak Seperti Ia Ketika Kilat Itu Berkejap
Meski Sekejap Tapi Merubah Pandangan Orang Ketika Melihatnya
Bahwa Ditempat Jauh Sana Nan Kelam Masih Seperti Siang
Kilat Cepat Memberi Tanda Kuatnya Ia Ketika Mengubah Malam Bak Siang
Aku Benci Kilat Seperti Itu, Aku Benci Ketika Aku Tahu Kilat Itu Adalah Kau
Dalam Gelapku Kau Datang Membawa Siang Yang Kau Bilang Itu Ketenangan
Dalam Gelapku Kau Bergeming Menakuti Mereka Yang Tengah Terlelap Dipangkuanku
Malam Dimana Aku Bisa Menghadirkan Mereka Kesenyapan Penuh Kebahagiaan
Seketika Kau Datang Kau Rebut Mereka Dariku
Kau Lantakan Mereka Satu Persatu
Ini Waktuku Tapi Kau Tak Merasa Sungkan Untuk Memalingnya
Bahkan Sekarang Pikiran Mereka Hanya Padamu
Aku Dilupakan Bahkan Ketika Mereka Sebenarnya Masih Dipelukanku
Kau Sendiri Tahukan Kita Sering Gelak Bersama Ketika Siang Menghabiskan Waktunya
Hanya Kau Dan Aku Tanpa Siang
Tapi Kini Kau Muncul Tiba-Tiba
Dan Ingin Memunculkan Siang?
Apa Kau Lupa Aku Dan Siang Tak Pernah Akur, Dan Takkan Pernah Akur?

 (Bekasi, 5 Desember 2015)

Komentar

Postingan Populer