Terperangkap dalam Ilusi Sederhana
Untukmu Yang Bermuram Durja
Apa Kau Sudah Memberi Satu Senyuman Hari Ini
Memberi Arti Bahwa Kau Menghormati Mereka Sebagai Bagian Yan
Patut Untuk Kau Beri Senyum
Untukmu Yang Hatinya Ditutupi Awan Gelap
Tak Bisakah Mentari Menyusup Diantara Celah Yang Ada Untuk
Menyapamu Bahwa Ada Cahaya Diatas Sana
Memberi Arti Dunia Itu Tak Selebar Daun Kelor
Untukmu Yang Jiwanya Diombang-Ambing Lautan Ganas
Haruskah Kau Terus-Terusan Berlayar Disana Meski Ada Daratan
Hijau Yang Bisa Kau Pijaki
Memberimu Ruang Untuk Tertawa Dan Menciptakan Sebuah Cerita
Cerita Antara Kau Dan Jiwamu Yang Dirasuki Badai Yang Tak
Henti-Hentinya Itu
Haruskah Kau Selalu Membunuh Dirimu Dengan Terperangkap Di
Logika Orang Awam
Bahkan Kau Sudah Pantas Untuk Bergerak Mendaki Pola Dan
Lingkup Baru Untuk Bermetamorfosa
Kau Tak Lihat Bagaimana Biji Bunga Matahari Itu Berubah Jadi
Coklat Kehitaman
Menjadi Beda Disekeliling Kuncup Kuning Yang Menarik Kumbang
Untuk Hinggap Disana
Tapi Ia Tetap Disuka Dan Bahkan Menjadi Primadona Untuk
Dinanti Sang Pencicipnya
Bahkan Yang Tak Pernah Sama Sekali Melihatnya, Ia Tetap Bisa
Disentuh
Untuk Diri Yang Detik Demi Detiknya Berlalu Tanpa Ada Tembok
Pembatas
Apakah Tak Kuasa Kau Membangun Sebuah Bendungan Untuk Kau
Ciptakan Sumber Air Disana
Memberi Makna Pada Semua Tak Ada Yang Tak Bisa Untuk Menetap
Juga Disana
Memberi Makna Bahwa Kau Disana, Itu Pun Ada Dan Mereka Pun
Bisa
Ruang Ilusi Menciptakan Asa, Melahirkan Karsa, Membudayakan
Cinta
Meski Sederhana Tapi Kebanyakan Kau Terperangkap Disana

Komentar
Posting Komentar