INDONESIA, LAHAN GURIH WOMM




Pemasaran getok tular atau word of mouth marketing sangat potensial dikembangkan di masyarakat yang tradisi mengumpul dan ngobrol-nya masih kuat seperti Indonesia. Bersiaplah Anda menyambutnya? 

Dari dulu sampai sekarang, orang senang berkumpul dan saling berbagi cerita. Itu kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Merumpi menjadi aktivitas yang mengasikan, lengkap dengan bergosip-ria dan sebagai bumbu penyedap.

Tradisi atau kebiasaan tersebut sangat menonjol di masyarakat, yang besar memang masih menggenggam tradisi keluarga besar bukan sebatas keluarga inti.

Masyarakat kita juga gemar melanggengkan ikatan kekeluargaan yang lebih longgar. Misalnya tetap eksis, bahkan jumlah anggota terus bertambah tiap tahun.

Tidak mengherankan pula, di spanduk-spanduk jalan, iklan, dan majalah, semakin kerap kita baca pengemuman untuk menghadiri acara kumpul-kumpul oleh komunitas yang beragam. Dipacu merebaknya pemanfaatan media sosial, tradisi ngumpul dan ngobrol bareng diibaratkan api yang mendapat siraman bensin.

Sekali produk dipercaya dan disukai orang-orang kunci di berbagai komunitas tersebut. Cerita positif itu dengan cepat akan menular ke seluruh anggotanya. Word of mouth marketing (WOMM) – pun bergulir cepat tanpa perlu komando lagi.

Untuk mencapai tahappan itu perlu kerja ekstra keras dan sejumlah syarat agar produk dan jasa Anda layak diperbincangkan. Cerita dari orang lain justru kerap berdampak lebih besar ketimbang pengalaman sendiri.

Andy sernovitz, dalam buku larisnya yang berjudul Word of Mouth Marketing : How Smart Companies Get People Talking, setidaknya ada empat yang harus diperhatikan agar orang mau membicarakan produk anda.

Pertama, jadikanlah produk/ jasa atau perusahaan anda menarik untuk dibicarakan.

Kedua, bawalah produk/jasa atau perusahaan anda sedemikian rupa sehingga mampu membuat pelanggan bahagia.

Ketiga, produk/jasa atau perusahaan anda harus mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari pelanggan anda. Tanpa ada kepercayaan, pelanggan pasti malas merekomendasikan produk/jasa atau perusahaan anda kepada orang lain karena hal itu berpotensi membahayakan citra dan harga dirinya.

Terakhir, atau keempat, buatlah orang dengan mudah menceritakan keunggulan, kehebatan ataupun keunikan produk anda.

Jika anda bertekad dan mau bersusah payah menempuh jalan itu, bersiaplah produk/jasa atau perusahaan anda diperbincangkan banyak orang. Bersiap pula, mesin produksi anda ditingkatkan. 

Sebab, rangkaian lebih lanjut setelah produk/jasa anda diperbincangkan (secara positif tentunya) biasanya adalah rekomendasi, yang berujung pada keputusan untuk membelinya. Artinya, bersiap pulalah anda menuai banyak uang.

 
Judul:              Majalah SWA Sembada No. 18 | 29 Agustus - 11 September 2013 
Penulis:            Tim SWA Sembada
Penerbit:          Yayasan Sembada Swakarya
Tanggal terbit: September - 2013
Berat Buku:     300 gr
Kategori:         Bisnis
Text Bahasa:   Indonesia
Oleh : Kelompok 2 Entrepreneurship Accounting Major 2013 Bakrie University
Anggota Kelompok :
1. Adriwal (1131002043)
2. Ayu Putri Lestari (1131002004)
3. Dini Umairah (1131002013)
4. I Made Pahangga P. (1131002001)
5. Widyaningsih (1131002037)





Komentar

Postingan Populer